Blog

Jakarta Kota Tahi

Banyak yang tidak mengetahui bahwa kota lama Batavia sesungguhnya dibangun atas dasar sebuah konsep seorang arsitek bernama Simon Stevin (1548-1620) yang bekerja untuk militer Kerajaan Belanda. Skema ideal, itulah yang dirancang Simon dalam perencanaan tata kota Batavia. Sebagai seorang kepercayaan Prins Maurits, seorang panglima milter Belanda berjuluk Pangeran Oranye, Simon mengawinkan pengetahuan mengenai kota, teknis enjineering yang dikombinasikan dengan ilmu kemiliteran. Konsep ini berpijak pada konsep dasar kota Romawi yang mengandalkan pertahanan dan mobilisasi militer. Simon lantas memadukannya dengan aspek perdagangan dan aspek sipil. Semuanya didesaian secara hirarkis dengan menempatkan aspek-aspek tersebut di wilayah yang strategis. Hal ini pula yang menjadi andalan Kerajaan Belanda dalam membangun kota jajahan lainnya di seluruh dunia seperti di Srilangka dan Suriname. 1

Batavia kemudian dirancang oleh Simon dengan cara seperti negeri asalnya, Belanda, yakni dengan membelah kota menjadi dua bagian dan menemukannya dalam titik lintas pelayaran. Sekitarnya dikelilingi oleh parit-parit dan tembok yang ditopang oleh benteng-benteng kecil. Di dalamnya terdapat jaringan jalan beserta terusan air yang lurus. Dalam hal ini Ci Liwung yang berkelok kemudian diluruskan menjadi Groote Rivier (Kali Besar) dan memaksa kota menjadi dua bagian, sisi timur dan sisi barat. Namun kota ini jika dilihat dari peta-peta yang ada, tidak berada di garis lurus utara-selatan, tetapi agak melenceng beberapa derajat menjadi timur laut-barat daya.

Read More

Iqbal Masih, Martir 3000 Buruh Anak Pakistan

Iqbal Masih lahir di Muridke, sebuah desa kecil yang ada di luar Lahore, Pakistan. Saif Masih, ayahnya lebih dulu meninggal tak lama setelah ia lahir. Dengan begitu, hanya ibunya, Inayat, yang menjadi tulang punggung keluarga yang bekerja menjadi buruh.

Perjuangan hidup dimulai ketika usia Iqbal menginjak empat tahun, bersamaan dengan kakak perempuannya yang akan menikah. Untuk hal ini, tentu saja keluarga harus memiliki uang untuk perayaan. Sebagai keluarga miskin, tak ada cara lain untuk membuat perayaan selain meminjam uang kepada pengusaha lokal. Pihak keluarga kemudian meminjam uang 600 Rupee (sekitar $ 12 kala itu) dari majikan karpet tenun yang ada di Lahore. Karena tidak ada jaminan, pihak keluarga akhirnya menyerahkan Iqbal untuk bekerja sebagai penenun karpet sampai uang tersebut dilunasi. Secara tak langsung, Iqbal telah dijual sebagai budak oleh keluarganya sendiri di usia 4 tahun.

Sistem pinjaman yang diterapkan majikan karpet tersebut tergolong tidak adil. Selama enam tahun berturut-turut, Iqbal bekerja selama enam hari seminggu dengan durasi 14 jam kerja tanpa bayaran sepeser pun selama setahun pertama. Barulah tahun kedua dan seterusnya, ia dapat bayaran 60 Rupee sehari. Semua biaya makan dan inventaris yang dipakai untuk bekerja dikalkulasikan ke dalam pinjaman asli. Bahkan saat ada kelalaian, Iqbal pun sering didenda dan dimasukkan ke dalam uang pinjaman. Belum lagi ada tambahan bunga. Selain itu, keluarga juga masih meminjam uang lainnya ke majikan, sehingga saat Iqbal berusia 10 tahun, total hutang keluarganya mencapai 13.000 Rupee.1

Read More

Ibu

Ibu adalah filsuf yang paling naluriah ~ Harriet Beecher Stowe

Jika setiap Minggu warga Jakarta menyerbu kota Bandung untuk sekadar melepaskan penat dari rutinitas, tentunya tidak asing dengan sebuah gunung berapi yang letaknya di antara dua pemerintahan, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Subang, Gunung Tangkubanperahu. Salah satu kawahnya yang dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat adalah Kawah Ratu. Dibandingkan kawah lainnya, Kawah Ratu punya daya tarik tersendiri. Selain pemandangan yang indah, di sekitar kawah ini juga pengunjung akan disuguhi desah suara seolah-olah suara manusia yang berusaha melepaskan diri dari penderitaan. Nadanya bahkan bakal terasa menyayat saat matahari terbenam. Penelitian ilmiah menyebutkan bahwa desahan suara tersebut berasal dari suara uap belerang yang keluar dari perut bumi.

Namun, masyarakat sekitar Gunung Tangkubanperahu ternyata punya kisah lain. Mereka meyakini bahwa suara desahan di sekitar Kawah Ratu adalah suara Dayang Sumbi yang membenamkan diri ke perut bumi demi menjaga kehormatannya karena tak sudi dipersunting oleh anaknya sendiri, Sangkuriang.  Apalagi saat Gunung Tangkubanperahu menunjukkan aktivitasnya sebagai gunung api, masyarakat sekitar menangkapnya sebagai sebuah pertanda untuk melakukan upacara ritual. Mereka percaya bahwa Ibu Ratu, panggilan untuk Dayang Sumbi, akan mampu membantu meredakan aktivitas vulkanik gunung tersebut. 1

Read More

Ramadan dan Mereka yang Sudah Berpulang

Abukhori terduduk lesu di sudut teras yang berdekatan dengan sebuah toilet. Separuh hari baru saja ia lewati ketika azan zuhur berkumandang dari masjid yang jaraknya 300 meter. Hari begitu menyengat di pertengahan Ramadan ini. Tak ada makan siang, kepulan asap rokok, dan secangkir kopi sebagai pelepas penat sekaligus sumber tenaga baru. Lelap, ia pun tertidur di teras tersebut.

Sudah 25 tahun lebih ia berprofesi sebagai tukang di sebuah klinik swasta di bilangan Bekasi Barat. Jika dikalkulasikan usianya kala itu yang masuk di angka 50, berarti setengah umurnya habis untuk pengabdian dan loyalitas. Siapa yang mengenalnya bakal menyebut kalau ia manusia serba bisa. Ia bisa menginstalasi listrik, pemugar bangunan, peracik arsitektur, bahkan petugas parkir yang handal. Untuk keahliannya yang terakhir ia kerap jalani usai magrib tiba. Kala pengunjung klinik ramai-ramainya.

Read More