Mata-Mata: 16 Skandal Spionase Indonesia & Dunia

Buku

Ossining, 19 Juni 1953

Rabi Irving Koslowe terdengar membacakan Mazmur ayat 23 di sudut koridor. Sementara seorang petugas sipir ikut berkaca-kaca saat seseorang memeluk Ethel Rosenberg yang akan segera melangkah ke kursi listrik. Ia berburu membalikkan badan dan meninggalkan ruangan.

Hari itu bertepatan dengan hari Sabat, matahari sudah terbenam.

***

Goodnight Irene

Goodnight Irene

I’ll see you in my dreams

Suara Ethel mengalun dari bilik jeruji yang ditujukan bagi suaminya, Julius Rosenberg di seberang jeruji lainnya. Sebelum menjadi sekretaris di sebuah jasa pengiriman barang, Ethel memang pernah berprofesi sebagai penyanyi dari panggung ke panggung. Maka suaranya yang merdu masih bisa diperdengarkan meski dari bilik penjara.

Rosenberg lalu membalas nyanyiannya dengan “The Battle Hymn of the Republic”. Begitu seterusnya saat rindu diantara mereka sedang memuncak. Romantis namun teramat menyedihkan. Mereka dipisahkan oleh koridor beton dan pintu logam yang ada di penjara Federal Sing Sing di Ossining, New York. Hanya boleh bertatap muka setiap hari Rabu saja, mereka tetap menunjukkan kesetiaannya di penjara.

Sebelumnya Ethel ditempatkan di sel kecil dengan koridor suram dan terpisah jauh dari tempat Rosenberg, dimana hanya Emanuel Bloch sebagai satu-satunya komunikasi diantara keduanya melalui perantara surat menyurat. Ini dilakukan sebagai upaya FBI untuk mengakui semua tuduhan yang dialamatkan kepada Rosenberg.

Atas perjuangan Bloch, mereka kini menempati satu area yang tidak begitu jauh.

Kesetiaan dan ketulusan cinta mereka banyak menyita perhatian begitu keduanya digelandang memasuki Van kepolisian dan dipisahkan melalui kawat-kawat. Mereka saling mencoba menggenggam jemari satu sama lain melalui penghalang kawat. Dalam satu keyakinan yang sama, mereka merasa sebagai korban manipulasi dan konspirasi.

Kumpulan surat-surat mereka selama tiga tahun di penjara sungguh menyentuh. Meski dengan bahasa yang kaku, namun berisi tentang kepolosan, kejujuran, hasrat, cinta dan kasih sayang diantara keduanya. Kedua anak mereka di kemudian hari, lalu mengabadikan surat-surat itu menjadi sebuah memoar.

Ayah yang tinggal dengan ibu di jam-jam terakhir paling penting, mengirimkan hatinya dan semua cinta yang ada di dalamnya untuk anak laki-lakinya tersayang. Selalu ingat bahwa kami tidak bersalah…

Penasaran dengan romantisme mereka di bilik penjara? Apa sebenarnya kesalahan suami istri ini?