Semacam Review; 12 Years a Slave

Aku cinta damai, namun aku lebih mencintai kemerdekaan. Kutipan yang pernah saya lihat di sudut Kota Tua beberapa bulan silam kembali terngiang setelah menyaksikan film ini.

Solomon Northup adalah seorang negro bebas. Sedikit bujukan dari dua seniman membuatnya terperosok ke jurang perbudakan. Dalam keadaan mabuk, ia diculik dan diperjualbelikan dengan nama lain, Platt.

Diam-diam Solomon nyaman bertahan menjadi Platt ketika sesama budak negro lainnya, Eliza, selalu menangis dan hampir putus asa karena dipisahkan dari kedua anaknya akibat jual beli budak. Silih berganti, Platt berganti majikan yang digambarkan kaya raya, memiliki banyak budak, dan memiliki perkebunan luas. Platt terus mencari kesempatan yang tepat untuk meyakinkan majikan-majikannya bahwa ia bukanlah seorang budak.

Read More